“Menulislah meski dunia tampak tak membaca,
sebab setiap kalimat yang disimpan waktu dapat menjadi saksi bahwa manusia
pernah berpikir lebih dalam daripada sekadar menggulir layar.”
Bagi seorang penulis,
pemikir, dan penerjemah teks, diseminasi bukan sekadar proses menyebarkan
karya, melainkan usaha memperpanjang umur gagasan melalui keterbacaan. Pada masa lalu, ukuran
keterbacaan hanya tampak samar melalui oplah buku, kutipan jurnal, atau
pembicaraan terbatas di ruang akademik dan media cetak. Kini, media sosial
menghadirkan bentuk baru dari “kehadiran pembaca”: angka tayangan, komentar,
bagikan, dan jejak algoritmik lain yang memberi ilusi kedekatan antara penulis
dan publik. Tetapi, angka-angka itu sesungguhnya tidak selalu menandakan
kedalaman pemahaman; ia lebih sering menunjukkan intensitas perhatian yang
bersifat sesaat.
Lanjutkan membaca ....👇
https://www.facebook.com/share/p/1CwuviArX2/

Tidak ada komentar:
Posting Komentar