Powered By Blogger

Selasa, 19 Mei 2026

“Menulislah meski dunia tampak tak membaca, sebab setiap kalimat yang disimpan waktu dapat menjadi saksi bahwa manusia pernah berpikir lebih dalam daripada sekadar menggulir layar.”

 “Menulislah meski dunia tampak tak membaca, sebab setiap kalimat yang disimpan waktu dapat menjadi saksi bahwa manusia pernah berpikir lebih dalam daripada sekadar menggulir layar.”

Bagi seorang penulis, pemikir, dan penerjemah teks, diseminasi bukan sekadar proses menyebarkan karya, melainkan usaha memperpanjang umur gagasan melalui keterbacaan. Pada masa lalu, ukuran keterbacaan hanya tampak samar melalui oplah buku, kutipan jurnal, atau pembicaraan terbatas di ruang akademik dan media cetak. Kini, media sosial menghadirkan bentuk baru dari “kehadiran pembaca”: angka tayangan, komentar, bagikan, dan jejak algoritmik lain yang memberi ilusi kedekatan antara penulis dan publik. Tetapi, angka-angka itu sesungguhnya tidak selalu menandakan kedalaman pemahaman; ia lebih sering menunjukkan intensitas perhatian yang bersifat sesaat.

Lanjutkan membaca ....👇

https://www.facebook.com/share/p/1CwuviArX2/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog